Share It
Berita Unik & Terkini

Sejarah Rumput Sintetis Dalam Dunia Olahraga Modern
December 5, 2021

Sejarah Rumput Sintetis Dalam Dunia Olahraga Modern

Beberapa pertandingan olahraga profesional, seperti hoki dan sepak bola memakai media lapangan rumput untuk bertanding. Tidak semua lapangan rumput tersebut merupakan rumput asli. Beberapa lapangan rumput yang dikelola secara profesional biasanya memakai lapangan yang rumputnya sintetis. Rumput ini terlihat lebih rapi dan tahan lama dibanding rumput biasa yang lebih mudah rusak. Perawatannya pun lebih mudah rumput sintetis dibanding rumput biasa.

Rumput artifisial atau sintetis yang mulai populer saat ini dikembangkan pada tahun 1960-an. Rumput sintetis yang kali pertama digunakan untuk lapangan olahraga terletak di stadion Houston Astrodome, Amerika Serikat, pada tahun 1966. Stadion Astrodome adalah stadion olahraga baseball dengan atap yang tertutup secara penuh sehingga apabila menggunakan rumput lapangan alami maka rumput alami bisa dengan cepat mati karena kekurangan sinar matahari.

Rumput sintetis mulai dikenal dan mendapat pengakuan dunia olahraga internasional ketika kali pertama digunakan pada ajang Olimpiade Montreal 1976. Pada saat itu, penyelenggara Olimpiade memutuskan memakai rumput sintetis pada lapangan yang dipakai untuk cabang olahraga hoki. Awalnya, sempat terjadi kekhawatiran karena ini merupakan kali pertamanya dan pengalaman baru bagi cabang olahraga hoki melakukan pertandingan di lapangan rumput berbahan sintetis, tapi tenyata justru mendapat sambutan positif dari para atlet yang berlaga.

Sumber foto: domain.com.au

Meskipun awalnya dirancang untuk olahraga baseball dan selanjutnya berkembang untuk olahraga hoki, rumput sintetis juga bisa dipakai untuk olahraga paling populer di seluruh dunia, yakni sepak bola. Sejauh ini Federasi sepak bola dunia atau FIFA tidak langsung mengizinkan dan menerapkan pemakaian rumput sintetis, tetapi dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal, yakni periode tahun 2001 hingga tahun 2006, FIFA memperbolehkan dan mengizinkan pemakaian rumput sintetis pada beberapa pertandingan sepak bola khusus di Eropa.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh FIFA, pemakaian rumput sintetis pada sejumlah lapangan sepak bola di Eropa tidak menimbulkan ancaman keselamatan pada pemain. Selain itu, permainan sepak bola pun tetap bisa dimainkan tanpa adanya gangguan berarti seperti layaknya pada lapangan sepak bola dengan rumput biasa. Atas dasar itulah FIFA kemudian mengizinkan pemakaian rumput sintetis pada beberapa pertandingan resmi internasional. Antara tahun 2007 hingga tahun 2008, beberapa pertandingan sepak bola resmi internasional untuk kualifikasi Piala Eropa 2008 diperbolehkan memakai rumput sintetis. Stadion yang mendapatkan izin dari FIFA dan UEFA tersebut, yakni stadion Luzhniki di kota Moskow, Rusia.

Sumber foto: turfmatters.co.uk

Sejak tahun 2010 hingga saat ini, FIFA dan UEFA terus mengembangkan dan menyiapkan regulasi yang jelas terkait rumput sintetis agar bisa dipakai secara resmi dalam pertandingan sepak bola internasional. Pada penyelenggaraan Piala Dunia Wanita 2015 yang berlangsung di Kanada, pemakaian rumput sintetis diterapkan di seluruh stadion penyelenggaranya. Hal ini dilakukan karena kondisi cuaca di Kanada tidak memungkinkan pemakaian rumput biasa dalam lapangan sepak bola sehingga akhirnya terpaksa memakai rumput sintesis.

Seiring perkembangan teknologi, sejumlah riset dan penelitian serta pengembangan rumput sintesis untuk kebutuhan olahraga terus dilakukan. Semakin hari kualitas produk rumput sintesis terus mendekati kualitas rumput asli hingga semakin sulit untuk dibedakan dari segi teksturnya. Harga rumput sintetis pun semakin kompetitif dan diprediksi ke depannya biaya pembuatan lapangan dengan rumput sintesis bisa sama bahkan lebih rendah dari lapangan olahraga yang memakai rumput biasa. Bukan mustahil ke depannya seluruh pertandingan olahraga yang memakai media lapangan rumput akan memakai rumput sintesis sesuai dengan standar internasional.

AI