Share It
Berita Unik & Terkini

Marco Simoncelli, Kisah Tragis Pembalap MotoGP Sahabat Valentino Rossi
December 21, 2021

Marco Simoncelli, Kisah Tragis Pembalap MotoGP Sahabat Valentino Rossi

Ajang balapan MotoGP dikenal melahirkan banyak pembalap hebat sepanjang sejarahnya. Italia merupakan salasatu gudangnya pembalap motor berbakat dunia. Semua orang pasti sudah tahu kehebatan dan prestasi pembalap Italia seperti Valentino Rossi dan Max Biaggi. Sebenarnya terdapat pembalap berbakat Italia lainnya yang dikenal memiliki kemampuan dan prestasi yang cukup baik, yakni Marco Simoncelli.

Pembalap kelahiran Cattolica, Italia pada 20 Januari 1987 tersebut yang dikenal sebagai Sic adalah seorang pembalap motor profesional Italia yang pernah diprediksi bakal menyaingi prestasi Valentino Rossi di ajang MotoGP. Marco Simoncelli sendiri sudah berkompetisi pada ajang Kejuaraan Dunia MotoGP selama 10 tahun sejak tahun 2002 hingga tahun 2011.

Karir balap Marco Simoncelli dimulai dari kelas 125 cc sebelum akhirnya naik ke kelas 250 cc pada tahun 2006. Pada tahun 2008, Marco Simoncelli berhasil memenangkan Kejuaraan Dunia 250 cc bersama tim asal Italia, Gilera. Setiap tahun penampilan Marco Simoncelli semakin menunjukkan grafik yang meningkat sehingga namanya mulai dilirik sejumlah tim besar untuk berlaga di kelas tertinggi MotoGP.

Sumber foto: rideapart.com

Banyak yang memprediksi Marco Simoncelli hanya menunggu waktu untuk dapat tampil di kelas teratas MotoGP. Akhirnya, setelah empat tahun berlaga di kelas menengah, Marco Simoncelli resmi bergabung di kelas teratas MotoGP bersama tim Honda Gresini pada tahun 2010.

Musim pertama Marco Simoncelli bersama tim Honda Gresini terbilang lumayan. Marco Simoncelli bahkan sempat mengalami dua kali kecelakaan saat uji coba pramusim di sirkuit Sepang, Malaysia. Pada perlombaan yang merupakan debutnya, Marco Simoncelli hanya finish di urutan kesebelas. Menariknya, Marco Simoncelli seolah bangkit dan penampilannya terus meningkat selama sisa musim kompetisi MotoGP tahun 2010.

Marco Simoncelli tercatat berhasil menyelesaikan 16 dari 18 balapan dan secara total meraih 125 poin yang membuatnya menempati klasemen akhir pada peringkat delapan. Finish terbaik Marco Simoncelli pada musim tersebut, yakni pada posisi keempat di Portugal. Pada saat itu, Marco Simoncelli hanya berselisih 0,06 detik dengan pembalap Andrea Dovizioso yang menempati peringkat ketiga pada seri balap di Portugal tersebut. Pada saat itu, Marco Simoncelli sudah menjadi salasatu pembalap papan atas yang disegani pembalap senior lainnya. Bahkan Valentino Rossi yang kemudian menjadi sahabatnya mengakui Marco Simoncelli dapat menjadi legenda MotoGP di masa depan jika dapat terus tampil konsisten.

Ironisnya Marco Simoncelli tidak pernah bisa mewujudkan mimpinya untuk menjadi juara dunia MotoGP. Marco Simoncelli meninggal dunia dalam kecelakaan tragis saat berlangsungnya seri kejuaraan MotoGP Malaysia yang berlangsung di sirkuit Sepang, Malaysia, pada 23 Oktober 2011. Marco Simoncelli tewas dalam trabrakan maut yang melibatkan pembalap Amerika Serikat, Colin Edwards dan sahabatnya yang juga sesama pembalap Italia, Valentino Rossi. Kecelakaan tersebut cukup parah hingga panitia langsung memutuskan menghentikan perlombaan saat itu.

Sumber foto: fineartamerica.com

Marco Simoncelli dan Colin Edwards langsung dibawa ke pusat medis di sirkuit Sepang dengan mobil ambulans. Coloin Edwards mengalami cedera dislokasi bahu sementara kondisi Marco Simoncelli kritis dan tidak sadarkan diri. Pada pukul 16:56 waktu setempat atau kurang dari satu jam setelah kecelakaan, pantia MotoGP Malaysia mengumumkan secara resmi bahwa Marco Simoncelli meninggal dunia akibat cidera trauma serius pada kepala, leher, dan dada. Marco Simonelli meninggal dunia hanya berselang 45 menit setelah mendapatkan pertolongan PCR saat kecelakaan tersebut terjadi.

Jenazah Marco Simoncelli kemudian diterbangkan pulang ke Italia. Turut mendampingi jenasanya, yakni ayahnya, tunangannya, serta Valentino Rossi. Diperkirakan sebanyak 20.000 orang turut menghadiri acara prosesi pemakamannya di gereja paroki Santa Maria Assunta di Coriano, Italia, pada 27 Oktober 2011. Sebagai bentuk penghormatan untuk pembalap muda Italia berbakat tersebut, pada 3 November 2011, sirkuit Misano World Circuit di Italia secara resmi diubah namanya menjadi Misano World Circuit Marco Simoncelli.

Pada 8 September 2016, manajemen penyelenggara MotoGP akhirnya memutuskan mempensiunkan nomer "58" dari semua ajang balap motor untuk menghormati dan mengenang sosok serta kontribusi Marco Simoncelli. Hingga saat ini banyak penggemar MotoGP yang menganggapnya sebagai salasatu pembalap motor muda berbakat yang pernah ada.

AI