Share It
Berita Unik & Terkini

Mantan Ketum PP Mhammadiyah Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia
May 28, 2022

Mantan Ketum PP Mhammadiyah Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia


sumber foto: Kumparan

Cendekiawan muslim sekaligus mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau akrab disapa Buya Syafii Maarif meninggal dunia, Jumat (27/5/2022). 

Kabar duka ini disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir.

Profil singkat tokoh Buya Syafii

Ahmad Syafii Ma'arif lahir di Minangkabau pada 31 Mei 1935. Ia bersaudara dengan 15 orang yang seayah namun tidak seibu. Sewaktu ia berusia satu setengah tahun, ibunya meninggal hingga ia kemudian dititipkan oleh ayahnya ke rumah bibinya yang bernama Bainah.

Tahun 1942, ia dimasukkan ke Sekolah Rakyat di Sumpur Kudus dan kemudian ia melanjutkan ke Madrasah Muallimin di Balai Tengah, Lintau. Saat ia berusia 18 tahun, ia memutuskan untuk merantau ke Jawa, tepatnya ke Yogyakarta. Di sana ia ingin meneruskan sekolahnya ke Madrasah Mualimin di kota itu. Namun keinginan tersebut tidak terwujud dengan alasan bahwa kelas sudah penuh. Malahan ia direkrut menjadi guru pengajar dio sekolah itu.

Keterlibatan Ahmad dengan organisasi Muhammadiyah kemudian berlanjut dengan diangkatnya ia menjadi guru di salah satu sekolah milik Muhammadiyah atas permintaan Muhammadiyah. Selanjutnya bekas aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ini menekuni ilmu sejarah dengan mengikuti program master di Departemen Sejarah Universitas Ohio, AS. Sementara gelar doktornya diperoleh dari Program Studi Bahasa dan Peradaban Timur Dekat, Univesitas Chicago, AS dengan disertasinya yang berjudul Islam as the Basis of State: A Study of The Islamic Political Idead as Reflected in the Constituent Assembli Debates in Indonesia.

Selain aktiif di dunia pendidikan, ia juga merupakan mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah periode 2000 - 2005. Ia kemudian digantikan oleh Prof. Dr. H. Din Syamsuddin.

Setelah meninggalkan posisinya sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah, kini ia aktif di Maarif Institute yang juga didirikannya. Di samping itu, guru besar IKIP Yogyakarta ini juga rajin menulis. Sebagian besar karyanya adalah mengangkat masalah - masalah Islam. Buku - bukunya antara lain Dinamika Islam dan islam, Mengapa Tidak? kemudian Islam dan Masalah Kenegaraan. Atas karya - karyanya itu, ia mendapatkan penghargaan Ramon Magsaysay dari pemerintah Filipina di tahun 2008.

Buya Syafii Maarif mengenyam pendidikan S1 di FKIS, Universitas Negeri Yogyakarta (1968), kemudian melanjutkan studi S2 dan S3 di Amerika Serikat, S-2 di Ohio State University (1980) dan S-3 University of Chicago.



sumber foto: Viva


Haedar menuturkan Buya Syafii wafat pukul 10.15 WIB di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Muhammadiyah dan bangsa Indonesia berduka. Telah wafat Buya Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif pada hari Jumat, 27 Mei 2022 pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping," kata Haedar dalam keterangannya Jumat. 

Ketum PP Muhammadiyah ini kemudian mendoakan Buya Syafii husnul khatimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

"Semoga beliau husnul khatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni kesalahannya, dilapangkan di kuburnya, dan ditempatkan di jannatun na'im," ujarnya.

"Mohon dimaafkan kesalahan beliau dan doa dari semuanya," ucap Haedar.

Haedar mengatakan info pemakaman almarhum akan diinformasikan kembali.

Diketahui, Buya Syafii Maarif merupakan tokoh penting dalam Muhamamadiyah dan merupakan tokoh bangsa.

Kiprah cendekiawan berusia berusia 86 tahun kelahiran Sumatera Barat, 31 Mei 1935 itu malang melintang dalam dunia gerakan sosial di Indonesia dan ikut menentukan arah bangsa, khususnya lewat Muhammadiyah



sumber foto: TIKTAK.ID

Sejak Maret lalu, Buya Syafii Maarif beberapa kali diopname di rumah sakit karena penyakit jantung.

Buya Syafii Maarif lahir pada 31 Mei 1935. Selain pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif juga pernah menjadi Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP) dan pendiri Maarif Institute.