Share It
Berita Unik & Terkini

Polusi di Jakarta dan Kota Besar Indonesia Memburuk, Begini Cara Menghadapinya
June 26, 2022

Polusi di Jakarta dan Kota Besar Indonesia Memburuk, Begini Cara Menghadapinya

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghimbau warganya untuk menggunakan masker ketika berada di luar ruangan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak dari polusi udara. Diketahui jika polusi udara di DKI Jakarta dalam beberapa hari terakhir menunjukkan kualitas tidak sehat.

"Kalaupun harus keluar rumah gunakan selalu masker karena kualitas udara di Jakarta sedang kurang bagus," kata Asep dikutip dari Antara, Rabu (22/6/2022). Baca juga: Link Pengumuman SBMPTN 2022 di UI, UGM, ITB, Undip, hingga UNS. Sebagian besar sumber polusi udara di DKI Jakarta berasal dari emisi bergerak dan tidak bergerak. Emisi bergerak adalah emisi yang dikeluarkan kendaraan bermotor, sedangkan emisi tidak bergerak berasal dari industri dan konstruksi bangunan.


Sumber foto: pexels.com

"Jakarta sendiri sumber emisi terbanyak itu ada di emisi bergerak sampai 75 persen sehingga memang kami mengimbau kepada seluruh warga untuk mengurangi membawa kendaraan pribadi tetapi menggunakan transportasi umum," ungkap Asep. Kategori udara tidak sehat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sejak 15 Juni 2022, konsentrasi PM2.5 mengalami puncaknya pada level 148 mikro per meter kubik.

Hal tersebut disebabkan dengan adanya kombinasi sumber emisi sebagai kontributor polusi udara dan faktor meteorologi, sehingga terakumulasinya konsentrasi PM2.5. Angka tersebut dapat menunjukkan bahwa udara di DKI Jakarta masuk dalam kategori tidak sehat. PM.25 adalah salah satu polutan udara yang berwujud partikel dengan ukuran sangat kecil, yakni tidak lebih dari 2,5 mikrometer.

Apabila PM2.5 terhirup masuk ke dalam sistem pernapasan, maka akan dapat menyebabkan dampak kesehatan seperti gangguan pada paru-paru jangka panjang.

Kondisi polusi udara DKI Jakarta Dalam pantauan Kompas.com pada Kamis (23/6/2022) pukul 11.33 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di DKI Jakarta menunjukkan 141 AQI US. Polutan utama di udara DKI Jakarta adalah PM2.5, dan saat ini 10,4 kali di atas nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dengan begitu, kualitas udara DKI Jakarta saat ini tidak sehat dihirup untuk kelompok sensitif. Sedangkan pada Rabu (22/6/2022), DKI Jakarta sempat menyentuh level 159 AQI US dengan kualitas udara yang tidak sehat.


Sumber foto: pexels.com

Berikut daftar daerah di Indonesia dengan kualitas udara terburuk, dilansir dari IQ Air pada Kamis (23/6/2022) pukul 11.33 WIB:

Pasarkemis, Jawa Barat 167 AQI US

Kota Surabaya, Jawa Timur: 163 AQI US

Kota Bekasi, Jawa Barat: 155 AQI US

Kota Semarang, Jawa Tengah: 155 AQI US

Cileungsi, Jawa Barat: 146 AQI US

Kota Depok, Jawa Barat: 146 AQI US Jakarta,

DKI Jakarta: 141 AQI US

Kabupaten Malang, Jawa Timur: 120 AQI US

Kabupaten Serang, Banten: 110 AQI US

DI Yogyakarta, Yogyakarta: 98 AQI US

Dampak penyakit dan cara mencegahnya

Polusi udara yang memiliki konsentrasi rendah maupun yang tinggi adalah salah satu ancaman bagi kesehatan manusia. Meskipun semua polutan dapat menimbulkan ancaman kesehatan, namun PM2.5 dan ultrafine adalah jenis yang paling berbahaya.

Hal tersebut disebabkan karena polutan tersebut berukuran sangat kecil, sehingga dapat menempel di paru-paru, memasuki aliran darah dan membahayakan setiap organ.

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang disebabkan karena PM2.5:

Penyakit jantung

Paru-paru

Bronkitis

Emfisema

Asma

Bahkan dapat menyebabkan kematian dini.

Apabila masyarakat tinggal di daerah yang memiliki kualitas udara tidak sehat atau polusi udaranya tinggi dapat melakukan cara pencegahan agar terhindar dari penyakit.

Berikut adalah caranya:
Hindari aktivitas di luar ruangan.

Memakai masker jika beraktivitas di luar ruangan.

Tutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor masuk ke dalam rumah.

Nyalakan pemurni udara agar udara dalam ruangan tetap jernih.