Share It
Berita Unik & Terkini

Kasus Covid Naik Lagi, Masyarakat Agar Tidak Abai dan Lengah
June 26, 2022

Kasus Covid Naik Lagi, Masyarakat Agar Tidak Abai dan Lengah

Di tengah kasus infeksi harian virus corona (Covid-19) yang kembali melonjak, masyarakat diimbau untuk tidak keliru mengartikan kebijakan pelonggaran masker yang beberapa waktu lalu disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pelonggaran penggunaan masker, kata Hermawan, bisa dilakukan di area terbuka jika tingkat risikonya minim.

"Tidak ada keramaian, tidak ada kerumunan, dan juga kalaupun ada beberapa orang itu pun orang-orang yang sudah dikenal dan sudah termitigasi risikonya, sudah divaksin, atau tidak dari tempat yang sudah terkontaminasi sebelumnya," ujar Hermawan yang juga anggota Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).

Hermawan mengimbau masyarakat bisa memahami perihal pentingnya penggunaan masker. Apalagi, lanjut dia, status pandemi Covid-19 sampai saat ini masih diberlakukan dan belum dicabut oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Masyarakat cenderung menganggap itu sebuah kemerdekaan dan pada akhirnya juga kampanye hingga pengawasan itu juga longgar.


Sumber foto: pexels.com

Ini yang harus kita tingkatkan dan fokuskan kembali," ujar Hermawan. Menurut data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Kamis (23/6/2022) pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan 1.907 kasus baru Covid-19. Penambahan tersebut menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 6.074.825 terhitung sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

Pada data yang sama juga menunjukkan ada penambahan jumlah pasien kasus Covid-19 yang sembuh. Dalam sehari, bertambah 1.146 kasus. Dengan demikian, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di Indonesia hingga saat ini mencapai 5.905.971.

Selain itu, jumlah jumlah kasus kematian setelah terpapar Covid-19 juga bertambah. Pada periode 22-23 Juni 2022 ada 4 kasus kematian, sehingga, kasus kematian dari Covid-19 kini mencapai 156.706. Satgas juga melaporkan bahwa saat ini tercatat ada 12.148 kasus aktif Covid-19. Adapun kasus aktif adalah pasien yang masih terkonfirmasi positif virus corona dan menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri.

Selain itu, pemerintah mencatat bahwa kini terdapat 4.293 orang yang berstatus suspek. 143 kasus subvarian Omicron Secara terpisah, Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan, hingga saat ini tercatat ada 143 kasus Covid-19 akibat penularan subvarian Omicron BA.4 Dan BA.5 di Indonesia. Syahril mengatakan, gejala yang dominan dialami pasien yang terpapar dua subvarian ini sama seperti subvarian Omicron lainnya yaitu batuk, sakit tenggorokan, demam, dan penciuman berkurang.


Sumber foto: pexels.com

Meski begitu, Syahril mengatakan gejala yang dialami pasien yang terpapar subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 itu tergolong ringan. Syahril juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menggunakan masker di luar ruangan. Hal itu dilakukan guna mencegah dan melindungi diri sendiri dan orang lain dari infeksi Covid-19. Pada Selasa (21/6/2022) lalu, Satgas Waspada dan Siaga Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Erlina Burhan mengimbau masyarakat tetap memakai masker di area terbuka untuk mencegah Covid-19.

Sebab, kata Erlina, kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir ini mengalami kenaikan. "Pemakaian masker di ruang terbuka kembali dianjurkan," kata Erlina dalam konferensi pers di kantor Sekretariat PB IDI, Menteng, Jakarta Pusat.

Erlina mengatakan, kasus Covid-19 di Indonesia sangat fluktuatif sehingga pemerintah tetap harus sigap memberikan edukasi kepada masyarakat. Sebab, menurut dia, masyarakat mulai jenuh terhadap kondisi Covid-19 dan lengah dalam menerapkan protokol kesehatan. "Dalam kondisi saat ini, kami dari PB IDI meminta agar tetap gunakan masker meski di ruang terbuka apalagi di ruang tertutup," ujar dia.