Share It
Berita Unik & Terkini

Bantuan Sosial dari Presiden Ditemukan Terkubur di Depok, Masih Ditelusuri Penyebabnya
August 3, 2022

Bantuan Sosial dari Presiden Ditemukan Terkubur di Depok, Masih Ditelusuri Penyebabnya

Tumpukan sembako bantuan Presiden yang ditemukan terkubur di sebuah tanah kosong di Jalan Tugu Jaya, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, diduga diperuntukkan bagi warga di luar Pulau Jawa. Hal itu diketahui dari kemasan pada sembako tersebut.

”Tertulis BUMN, Bantuan Presiden dari Kemensos untuk dibagikan. Pembagiannya untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Papua, dan Maluku,” ujar Rudi Samin, pemilik lahan kosong yang menemukan timbunan sembako tersebut, dilansir dari Kompas.id, Senin (1/8/2022).

Menurut Rudi, saat barang-barang itu ditemukan, kondisinya masih utuh namun sudah rusak. Sembako yang ditemukan itu terdiri dari beras dengan ukuran karung 10-20 kilogram, serta kebutuhan pokok lain. ”Ada tepung terigu juga. Ada juga telur, sudah busuk semua. Jadi, total sembako yang dikubur itu satu kontainer,” ucapnya.

Seusai menemukan bahan pokok tersebut, Rudi kemudian melaporkan temuan tersebut ke pihak Kepolisian Resor Metro Depok dan Kepolisian Sektor Sukmajaya. Polisi kemudian menindaklanjuti laporan itu dengan memasang garis polisi.


Sumber foto: google.com

Berawal dari Laporan Pegawai JNE

Rudi Samin mengatakan, ia awalnya mendapat informasi ada bahan pokok yang pernah ditimbun di lahan miliknya dari salah satu orang dalam JNE Express. Disebutkan bahwa penimbunan beras bantuan sosial itu dilakukan pada Maret 2020. Lahan kosong tempat temuan sembako yang terkubur itu hanya berjarak sekitar 50 meter dari salah satu gudang JNE. Lahan kosong itu selama ini juga dijadikan sebagai tempat parkir kendaraan logistik JNE. ”Karena ada informasi dari dalam, ada sembako, maka saya mulai penggalian. Kami mulai penggalian pertama pada 25 Juli 2022,” kata Rudi.

Penggalian yang awalnya dilakukan secara manual menggunakan tenaga manusia tidak membuahkan hasil. Rudi kemudian melanjutkan penggalian menggunakan alat berat pada 26 Juli 2022. Penggalian dengan alat berat dilakukan selama tiga hari. Setelah tiga hari penggalian dengan alat berat, pada 29 Juli 2022 sekitar pukul 14.00 ditemukan berbagai karung yang berisi beras.


Sumber foto: google.com

Pengakuan JNE

JNE mengakui mengubur sembako bantuan presiden di lahan kosong tersebut. VP of Marketing JNE Express Eri Palgunadi beralasan, sembako bantuan presiden itu dikubur karena rusak. Ia pun memastikan bahwa penguburan sembako yang rusak itu tak melanggar prosedur karena sesuai dengan perjanjian antara JNE dan pihak pemerintah.

"Kami sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah disepakati dari kedua belah pihak," ujar Eri dalam keterangannya, Minggu (31/7/2022).

Namun, Eri tak menjelaskan lebih jauh kapan penguburan bantuan sembako presiden itu dilakukan. Pihak Istana Kepresidenan menegaskan tak pernah bekerja sama dengan perusahaan logistik JNE untuk mengirimkan sembako bantuan presiden.

"Istana tidak pernah bekerja sama dengan JNE," kata salah satu pejabat Istana di lingkup Sekretariat Presiden, saat dihubungi Kompas.com, Senin (1/8/2022) pagi. Pejabat yang enggan disebutkan namanya itu menegaskan, semua bantuan sembako dari presiden dikirimkan langsung ke masyarakat tanpa melalui pihak ketiga.

"Sekretariat Presiden selalu membagikan langsung durasi waktu satu hari selesai dan dengan jumlah yang telah didata oleh pemda setempat, dibantu polres dan kodim," ujarnya.

Pejabat itu pun menduga sembako yang dikubur itu merupakan bantuan presiden yang didistribusikan oleh Kementerian Sosial. Kompas.com sudah berusaha menghubungi sejumlah pejabat di Kemensos untuk meminta konfirmasi soal temuan timbunan sembako ini, tetapi belum ada yang bersedia berkomentar.