Share It
Berita Unik & Terkini

Mengenal Rupiah Digital yang Akan Diterbitkan BI
August 15, 2022

Mengenal Rupiah Digital yang Akan Diterbitkan BI

Bank Indonesia akan menerbitkan mata uang rupiah digital bank sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC). Dikutip dari laman BI (15/7/2022), penerbitan mata uang rupiah digital ini lantaran maraknya aset kripto yang digunakan sebagai efisiensi sistem keuangan di era digitalisasi ini.

Sayangnya, aset kripto berpotensi menimbulkan sumber risiko baru sehingga dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi, moneter, dan sistem keuangan. Lantas apa itu rupiah digital?

Mengenal rupiah digital

Dilansir dari Kontan (13/7/2022), rupiah digital merupakan mata uang digital yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. Secara konsep, rupiah digital ini hampir mirip dengan mata uang kripto. Hanya saja, harganya disesuaikan dengan mata uang kartal di negara terkait.


Sumber foto: google.com

Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono mengungkapkan, penerbitan rupiah digital ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan pasar modal dan membuka peluang bisnis baru. "Kita juga bisa belajar tentang implikasi dan peluang positif CBDC bagi sistem keuangan. Dengan demikian CBDC akan membantu membuka peluang bisnis dan transformasi kebijakan," ujar Doni, disadur dari Kompas.com (12/7/2022).

Selain itu, penerbitan rupiah digital juga bertujuan untuk mengatasi risiko stabilitas aset kripto yang berpotensi menimbulkan sumber risiko baru. Baca juga: Sejarah dan Twibbon Hari Bank Indonesia 2022 Beda uang digital, uang elektronik, dan dompet digital Hampir mirip dengan mata uang kripto, uang digital ini berbeda dengan uang elektronik dan dompet digital.

Uang elektronik merupakan alat pembayaran yang diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu kepada penerbit. Nilai uang disimpan secara elektronik dalam suatu media seperti server atau chip. Sementara dompet digital adalah layanan elektronik untuk menyimpan alat pembayaran dengan menggunakan kartu dan uang elektronik yang dapat menampung dana untuk melakukan pembayaran.


Sumber foto: google.com

Dikutip dari Antara (12/7/2022), berikut perbedaan mendasar antara uang digital, uang elektronik, dan dompet digital.

1. Penerbit mata uang rupiah digital

Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Ryan Rizaldy mengatakan, perbedaan rupiah digital dengan uang elektronik dan dompet digital terletak pada instansi yang menerbitkannya. Mata uang rupiah digital akan diterbitkan oleh bank sentral dalam hal ini adalah Bank Indonesia. Sementara uang elektronik diterbitkan oleh bank umum dan dompet digital diterbitkan oleh lembaga non-bank. Sebagai contoh, kartu debit yang diluncurkan oleh bank di Indonesia dan aplikasi dompet digital yang diterbitkan oleh instansi non-bank, seperti Gopay dan OVO.

2. Risiko mata uang

Risiko kredit bank sentral mata uang rupiah digital digadang-gadang lebih rendah dibandingkan dengan uang elektronik atau dompet digital. Begitupun dengan jaminan keadamannya. Hal ini lantaran rupiah digital diterbitkan oleh bank sentral. Saat ini BI tengah mendalami CBDC atau mata uang digital yang diterbitkan oleh bank sentral.

Peluncuran mata uang rupiah digital

Menurtu Ryan, BI akan meluncurkan desain awal rupiah digital pada akhir 2022 melalui white paper. Kendati demikian, desain tersebut bukan merupakan desain final sehingga masih akan dibutuhkan masukan dari pelaku industri dalam consultated paper pada awal tahun 2023. "Setelah itu barulah uji coba yang akan membutuhkan waktu lama.

Negara lain paling cepat menerapkan uji coba selama enam bulan, adapula yang berkali-kali melakukan uji coba," jelasnya. Uji coba dilakukan agar desain final rupiah digital bisa menyesuaikan dengan sistem keuangan di Indonesia.