Share It
Berita Unik & Terkini

Mulai Diuji Coba, Kereta Cepat Jakarta-Bandung
November 20, 2022

Mulai Diuji Coba, Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Kereta cepat Jakarta-Bandung dijadwalkan untuk menjalani uji dinamis hari ini. Rencananya, uji dinamis Kereta Cepat Jakarta-Bandung itu akan disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden China Xi Jinping secara virtual dari Bali.
Bila tak ada perubahan, uji dinamis akan dilakukan pada pukul 17.00 WITA. Apa yang dites saat uji dinamis? Dalam laman instagram kereta cepat Indonesia, uji dinamis adalah serangkaian pengujian yang akan dilakukan pada Kereta Cepat Jakarta-Bandung untuk memastikan segala sistem telah berfungsi.

Disebutkan juga, sebagai bagian dari Trial Operation uji dinamis ini ditujukan supaya rangkaian kereta terakselerasi dengan baik sebelum nantinya beroperasi secara resmi dalam melayani masyarakat. Kendati demikian, dalam uji coba dinamis ini kereta cepat Jakarta-Bandung tidak akan melaju dengan kecepatan maksimal.


Sumber foto: google.com

Mengutip detikFinance, kereta cepat Jakarta-Bandung hanya akan melaju hingga kecepatan maksimal 80 km/jam. Selain itu soal jaraknya juga tidak akan mencapai 142 km, melainkan 15 km dari Stasiun Tegalluar menuju Casting Yard 4 di daerah Kopo, Bandung.

"Kereta inspeksi ini adalah kereta yang akan digunakan pada uji dinamis dan hari ini merupakan hari perdana melaju di atas rel," tutur GM Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China Rahadian Ratry.

Sekadar informasi, Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menggunakan kereta cepat generasi terbaru, CR400AF. Ini merupakan hasil pengembangan tipe CRH380A oleh CRRC Qingdao Sifang.

Menurut spesifikasi di atas kertas, kereta cepat CR400AF memiliki lebar 3,36 m dan tinggi 4,05 m dengan panjang kepala kereta 27,2 m dan intermediate kereta 25 m. Selain lebih andal, CR400AF juga memiliki masa penggunaan lebih lama hingga lebih dari 30 tahun (sejak tahun produksi) serta biaya perawatan yang lebih rendah.


Sumber foto: google.com

Kereta cepat CR400AF juga sudah didesain untuk beroperasi di empat iklim, salah satunya iklim tropis dengan konsisi suhu dan kelembaban tinggi seperti di Indonesia. Setiap rangkaian CR400AF dilengkapi dua Lightning Arrester untuk meningkatkan keamanan terhadap sambaran petir terutama di sisi peralatan tegangan tinggi.

Selain mampu beroperasi di iklim tropis dan cuaca ekstrim, CR400AF juga dipastikan mampu menghadapi kondisi geografis lintasan Jakarta - Bandung yang cenderung menanjak.

Satu rangkaian kereta cepat ini memiliki 8 gerbong dengan komposisi empat gerbong bermotor dan empat gerbong tanpa motor. Menurut KCIC, kereta CR400AF memiliki kecepatan desain hingga 420km/jam dan kecepatan operasional 350 km/jam.