Share It
Berita Unik & Terkini

GoTo Melakukan PHK Terhadap 1.300 Karyawannya, Ini Alasannya
November 23, 2022

GoTo Melakukan PHK Terhadap 1.300 Karyawannya, Ini Alasannya

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.300 karyawan atau sekitar 12 persen dari total karyawan tetap Pengumuman tersebut disampaikan oleh CEO Grup GoTo Andre Soelistyo dalam pertemuan town hall pada Jumat (18/11/2022) kemarin.

"GoTo harus fokus pada hal-hal yang berada dalam kendali perusahaan. Hal ini termasuk mengambil keputusan sulit untuk melakukan perampingan karyawan sejumlah 1.300 orang atau sekitar 12 persen dari total karyawan tetap Grup GoTo," kata GoTo, dikutip dari Kompas.com, Jumat (18/11/2022).

Lantas, apa alasan GoTo melakukan PHK terhadap 1.300 karyawan?


Sumber foto: google.com

Penjelasan GoTo Manajemen

GoTo menjelaskan pertimbangan di balik keputusan berat tersebut. Perampingan tersebut dipicu oleh tantangan makro ekonomi global yang berdampak signifikan bagi para pelaku usaha di seluruh dunia. GoTo merasa perlu beradaptasi untuk memastikan kesiapan perusahaan menghadapi tantangan ke depan.

Oleh karena itu, perusahaan harus mengakselerasi upaya untuk menjadi bisnis yang berdikari secara finansial dan tumbuh secara sustainable dalam jangka panjang. "Hal ini dilakukan antara lain dengan memfokuskan diri pada layanan inti, yaitu on-demand, e-commerce dan financial technology," tulis GoTo.

Lebih lanjut, Manajemen GoTo menegaskan, ini memang keputusan sulit yang tidak dapat dihindari. Hal ini supaya perusahaan lebih cekatan dan mampu menjaga tingkat pertumbuhan sehingga terus memberikan dampak positif bagi jutaan konsumen, mitra pengemudi, dan pedagang.


Sumber foto: google.com

Kompensasi untuk karyawan terdampak

Manajemen GoTo menjelaskan, karyawan yang terdampak akan memperoleh paket kompensasi sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan di tiap negara di mana GoTo beroperasi. GoTo juga memberikan sejumlah dukungan finansial, antara lain berupa tambahan satu bulan gaji, serta kompensasi pengganti periode pemberitahuan (notice in-lieu).

Manajemen mengatakan, keputusan tersebut tidak mempengaruhi layanan GoTo kepada konsumen. Begitu halnya komitmen perusahaan terhadap mitra pengemudi, merchants dan sellers.